AKPER PPNI SURAKARTA

LIA EDEN = LIA EDAN

Lia eden yang saya lebih senang dengan menyebutnya Lia Edan, membuat sakit hati bagi pemeluk agama yang syah di Indonesia, bahkan seorang Presidenpun ia surati, bener – bener edaaan.

Sebenarnya dalam dunia kesehatan terutama kesehatan jiwa, perilaku Lia ini tidaklah mengejutkan, dia dalam gangguan jiwa yang disebut dengan Waham. Waham sering dijumpai pada penderita gangguan mental yang merupakan salah satu dari gejala gangguan isi pikir. Waham atau delusi merupakan keyakinan palsu yang timbul tanpa stimulus luar yang cukup dan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : Tidak realistik, Tidak logis, Menetap, Egosentris, Diyakini kebenarannya oleh penderita, Tidak dapat dikoreksi, Dihayati oleh penderita sebagai hal yang nyata, Penderita hidup dalam wahamnya itu, Keadaan atau hal yang diyakini itu bukan merupakan bagian sosiokultural setempat Waham ada berbagai macam, yaitu :

  • Waham kendali pikir (thought of being controlled). Penderita percaya bahwa pikirannya, perasaan atau tingkah lakunya dikendalikan oleh kekuatan dari luar.
  • Waham agama,penderita mempunyai kepercayaan bahwa dirinya merupakan orang yang paling tahu tentang agama, merasa dirinya nabi, malaikat bahkan sebagai Tuhan.
  • Waham kebesaran (delusion of grandiosty). Penderita mempunyai kepercayaan bahwa dirinya merupakan orang penting dan berpengaruh, mungkin mempunyai kelebihan kekuatan yang terpendam, atau benar-benar merupakan figur orang kuat sepanjang sejarah (misal : Jendral Sudirman, Napoleon, Hitler, dll).
  • Waham Tersangkut. Penderita percaya bahwa setiap kejadian di sekelilingnya mempunyai hubungan pribadi seperti perintah atau pesan khusus. Penderita percaya bahwa orang asing di sekitarnya memperhatikan dirinya, penyiar televisi dan radio mengirimkan pesan dengan bahasa sandi.
  • Waham bizarre, merupakan waham yang aneh. Termasuk dalam waham bizarre, antara lain : Waham sisip pikir/thought of insertion (percaya bahwa seseorang telah menyisipkan pikirannya ke kepala penderita); waham siar pikir/thought of broadcasting (percaya bahwa pikiran penderita dapat diketahui orang lain, orang lain seakan-akan dapat membaca pikiran penderita); waham sedot pikir/thought of withdrawal (percaya bahwa seseorang telah mengambil keluar pikirannya); waham kendali pikir;waham hipokondri 
  • Waham Hipokondri. Penderita percaya bahwa di dalam dirinya ada benda yang harus dikeluarkan sebab dapat membahayakan dirinya.
  • Waham Cemburu. Cemburu disini adalah cemburu yang bersifat patologis
  • Waham Curiga. Curiga patologis sehingga curiganya sangat berlebihan
  • Waham Diancam. Kepercayaan atau keyakinan bahwa dirinya selalu diikuti, diancam, diganggu atau ada sekelompok orang yang memenuhinya.
  • Waham Kejar. Percaya bahwa dirinya selalu dikejar-kejar orang
  • Waham Bersalah. Percaya bahwa dirinya adalah orang yang bersalah
  • Waham Berdosa. Percaya bahwa dirinya berdosa sehingga selalu murung
  • Waham Tak Berguna. Percaya bahwa dirinya tak berguna lagi sehingga sering berpikir lebih baik mati (bunuh diri)
  • Waham Kiskin. Percaya bahwa dirinya adalah orang yang miskin.

Dalam kategori waham diatas, Lia ini termasuk kedalam gangguan jiwa kategori waham agama, dimana dalam sebelumnya biasanya didahului dengan kelainan yang disebut dengan Halusinasi

Halusinasi adalah terjadinya persepsi dalam kondisi sadar tanpa adanya rangsang nyata terhadap indera. Kualitas dari persepsi itu dirasakan oleh penderita sangat jelas, substansial dan berasal dari luar ruang nyatanya. Definisi ini dapat membedakan halusinasi dengan mimpi, berkhayal, ilusi dan pseudohalusinasi (tidak sama dengan persepsi sesungguhnya, namun tidak dalam keadaan terkendali). Contoh dari fenomena ini adalah dimana seseorang mengalami gangguan penglihatan, dimana ia merasa melihat suatu objek, namun indera penglihatan orang lain tidak dapat menangkap objek yang sama.

Halusinasi dapat dibagi berdasarkan indera yang bereaksi saat persepsi ini terbentuk, yaitu

  • Halusinasi visual / halusinasi pandangan
  • Halusinasi auditori / halusinasi pendengaran
  • Halusinasi gustatori / halusinasi pengecapan
  • Halusinasi taktil / halusinasi perabaan
  • dan lain -lain

Halusinasi Pendengaran yaitu suatu gangguan persepsi sensori dimana ia merasa mendengar sesuatu / bisikan secara nyata    ( menurut pasien ) yang dalam kenyataan yang sebenarnya tidak pernah ada bisikan tersebut

Nah… diawali dari halusinasi tersebut akhirnya dia mempercayai bahwa dia benar benar mendapatkan bisikan atau wahyu atau apalah namanya   yang menurut dia adalah " KEBENARAN ILLAHI ", kondisi ini berlangsung terus yang akhirnya menjadi Waham yakni suatu anggapan dari pasen bahwa ini adalah " Presiden, Nabi, Malikat atau bahkan ia merasa sebagai Tuhan.Kondisi ini sebenarnya dapat terjadi karena sebelumnya ia merasa ada perasaan " tertekan " bisa karena latar belakang ekonomi, rumah tangga, agama dan lain – lain. dan dari perasaan yang tertekan tadi ia pendam dalam dalam di pikirannya, yang suatu saat akan muncul kembali dalam bentuk – bentuk seperti yang saya katakan diatas yakni ilusi, delusi atau halusinasi. Hal ini hampir sama secara normal kalo kita punya keinginan yang sulit atau nggak mungkin kesampaian biasanya kita pendam keinginan tersebut dalam dalam, yang akhirnya munculah dalam alam bawah sadar kita dalam bentuk mimpi.

Akhirnya yang perlu dilakukan berkenaan dengan kasus Lia ini sebernarnya " HARUS DIRAWAT DI RUMAH SAKIT JIWA " itu saja. karena LIa sedang EDAN / GILA. 

16 Desember 2008 - Posted by | KEPERAWATAN JIWA

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: